Marinade
Vol 9 No 01 (2026): April, 2026

POTENSI EKSTRAK BERUNOK (Paracaudina australis) SEBAGAI ANTIOKSIDAN,INHIBITOR α-GLUKOSIDASE DAN ANTI-KOLESTEROL

Sirait, Putriana Sari (Unknown)
Fikri, Muhammad Zakiyul (Unknown)
Sukmiwati, Mery (Unknown)
Karnila, Rahman (Unknown)
Pandiangan, Daniel Siandico (Unknown)
Putri, Adinda Herlina (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Apr 2026

Abstract

Paracaudina australis (Berunok) merupakan organisme laut yang memiliki prospek sebagai sumber metabolit bioaktif, meskipun kajian ilmiah terkait potensi antioksidan, penghambatan enzim α-glukosidase, dan kemampuan menurunkan kolesterol masih sangat minim. Studi eksploratif awal ini dirancang untuk mengkaji kemampuan ekstrak teripang berunok dalam menghambat radikal bebas, aktivitas α-glukosidase, serta efek hipokolesterolemik secara in vitro dengan memanfaatkan sistem pelarut bertingkat polaritas. Tahapan persiapan sampel dan proses ekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan, diikuti dengan identifikasi metabolit sekunder serta pengujian kapasitas antioksidan melalui metode DPPH, uji hambatan terhadap α-glukosidase, dan evaluasi aktivitas anti-kolesterol. Analisis fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa steroid/terpenoid pada seluruh fraksi pelarut yang digunakan, sementara metabolit saponin hanya terdeteksi pada fraksi metanol. Kapasitas penangkapan radikal bebas tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak metanol dengan IC₅₀ mencapai 223,37 ppm, mengungguli ekstrak etil asetat (414,63 ppm) dan n-heksan (626,56 ppm). Meskipun demikian, seluruh ekstrak teripang berunok menunjukkan kemampuan yang belum optimal dalam menginhibisi 50% aktivitas αglukosidase, namun pada konsentrasi 1000 ppm, ekstrak metanol masih menunjukkan inhibisi sebesar 4,12±0,40%. Untuk aktivitas anti-kolesterol, ketiga sampel memperlihatkan efektivitas dengan ekstrak metanol sebagai yang paling unggul dengan nilai 44,83±0,99 mg/mL.

Copyrights © 2026