Paracaudina australis (Berunok) merupakan organisme laut yang memiliki prospek sebagai sumber metabolit bioaktif, meskipun kajian ilmiah terkait potensi antioksidan, penghambatan enzim α-glukosidase, dan kemampuan menurunkan kolesterol masih sangat minim. Studi eksploratif awal ini dirancang untuk mengkaji kemampuan ekstrak teripang berunok dalam menghambat radikal bebas, aktivitas α-glukosidase, serta efek hipokolesterolemik secara in vitro dengan memanfaatkan sistem pelarut bertingkat polaritas. Tahapan persiapan sampel dan proses ekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan, diikuti dengan identifikasi metabolit sekunder serta pengujian kapasitas antioksidan melalui metode DPPH, uji hambatan terhadap α-glukosidase, dan evaluasi aktivitas anti-kolesterol. Analisis fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa steroid/terpenoid pada seluruh fraksi pelarut yang digunakan, sementara metabolit saponin hanya terdeteksi pada fraksi metanol. Kapasitas penangkapan radikal bebas tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak metanol dengan IC₅₀ mencapai 223,37 ppm, mengungguli ekstrak etil asetat (414,63 ppm) dan n-heksan (626,56 ppm). Meskipun demikian, seluruh ekstrak teripang berunok menunjukkan kemampuan yang belum optimal dalam menginhibisi 50% aktivitas αglukosidase, namun pada konsentrasi 1000 ppm, ekstrak metanol masih menunjukkan inhibisi sebesar 4,12±0,40%. Untuk aktivitas anti-kolesterol, ketiga sampel memperlihatkan efektivitas dengan ekstrak metanol sebagai yang paling unggul dengan nilai 44,83±0,99 mg/mL.
Copyrights © 2026