Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran 5%, 10%, 15% etanol pada biodiesel minyak jelantah terhadap evolusi api, emisi gas CO2, CO, HC, dan suhu api. Kecepatan kamera yang digunakan sebesar 120 fps yang diletakkan di depan droplet. Dilakukan penelitian secara eksperimental dengan menempatkan sebuah tetesan campuran 5%, 10%, 15% etanol pada thermocouple type K dengan diameter tetesan 0.3 mm dengan menambahkan medan magnet tarik N-S dan tolak S-S. Hasil penelitian menemukan bahwa campuran 15% etanol pada magnet tarik N-S menghasilkan waktu nyala api paling singkat yaitu 1408 milidetik. Campuran 5% etanol pada magnet tarik N-S menghasilkan emisi gas HC terendah yaitu 160 ppm. Campuran 10% etanol pada magnet tolak N-S menghasilkan emisi gas CO2 terbesar yaitu 167 ppm. Campuran 15% etanol pada magnet tolak S-S menghasilkan emisi gas CO terendah yaitu 104 ppm, dan campuran 5% etanol yang diberi medan magnet tolak S-S menghasilkan temperatur tertinggi yaitu 890,5 oC. Hal ini terjadi karena etanol memiliki titik nyala yang rendah dan kandungan oksigen yang besar, sehingga reaksi pembakaran berlangsung cepat. Daya tarik medan magnet N-S berperan dalam menarik oksigen di sekitar nyala api untuk masuk ke dalam reaksi pembakaran, sedangkan hasil pembakaran H2O keluar dari nyala api.
Copyrights © 2025