Pemakaian bahan yang aman ketika membangun jalan dinilai harus diperhatikan secara serius karena berkaitan dengan kualitas konstruksi serta dampaknya terhadap lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan bahan limbah yang dinilai aman sebagai bahan tambah (filler) dalam campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu limbah bonggol jagung terhadap kinerja campuran aspal Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) pada kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5,5%. Variasi kadar abu limbah bonggol jagung yang digunakan yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3% terhadap berat total filler. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta nilai Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar penambahan optimum (KPO) abu limbah bonggol jagung berada pada kisaran 1% hingga 2%. Pada KPO 1%, diperoleh nilai VMA sebesar 15,94%, VFA 73,3%, VIM 4,3%, stabilitas 2818,5 kg, flow 3,0 mm, dan MQ 1150,3 kg/mm. Sementara itu, pada KPO 2% diperoleh nilai VMA 16,53%, VFA 70,1%, VIM 5,0%, stabilitas 2447,9 kg, flow 2,7 mm, dan MQ 1015,7 kg/mm. Penambahan abu bonggol jagung memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall, di mana nilai VFA cenderung menurun, sedangkan VMA, VIM, stabilitas, flow, dan MQ mengalami peningkatan seiring bertambahnya kadar abu. Namun, penambahan di atas 2% menunjukkan kecenderungan penurunan kinerja campuran. Dengan demikian, abu limbah bonggol jagung berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti filler yang ramah lingkungan pada campuran AC-WC dalam batas kadar optimal.
Copyrights © 2026