Konsumsi masyarakat Indonesia mengalami pergeseran preferensi menjadi makanan cepat saji (junk food) karena terjangkaunya harga dan mudahnya aksesibilitas produk ini. Alhasil, tren konsumsi yang demikian mengantarkan Indonesia pada tingginya prevalensi diabetes dan obesitas. Tidak hanya itu, industri yang kian tumbuh subur ini turut menyumbang sampah, emisi karbon, dan polusi yang merugikan ekologi Indonesia. Menyikapi eksternalitas negatif yang dihasilkan oleh junk food, ekstensifikasi cukai pada junk food dapat menjadi salah satu alternatif solusi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi dan tantangan ekstensifikasi cukai junk food di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan scoping review dan metode kuantitatif dengan pendekatan simulasi. Pendekatan scoping review untuk memetakan potensi dan tantangan ekstensifikasi cukai junk food secara deskriptif. Pendekatan simulasi ditujukan untuk menghitung potensi penerimaan cukai dari junk food pada beberapa asumsi tarif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa junk food berpotensi untuk ditetapkan sebagai Barang Kena Cukai (BKC) baru mengacu pada lima aspek policy test, tetapi terdapat pula beberapa tantangan dalam implementasinya.
Copyrights © 2024