Pendapatan pajak adalah salah satu sumber pendapatan terpenting bagi pemerintah di seluruh dunia. Pendapatan ini digunakan untuk mendukung berbagai program dan proyek yang diperlukan untuk menjalankan pemerintahan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi telah memberikan dampak signifikan terhadap bagaimana pajak dikumpulkan dan dikelola. Pada saat yang sama, risiko dan peluang dalam penerimaan pajak negara telah berkembang. Dalam penelitian ini, data laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disusun pada bulan Agustus 2023 menjadi titik fokus utama. Analisis akan dilakukan terhadap informasi mengenai penerimaan pajak, khususnya perbandingan antara target yang telah ditetapkan dengan realisasi yang telah tercapai. Metode Lagrange Quadratic Programming, diharapkan akan memberikan wawasan yang berharga mengenai kinerja penerimaan pajak dalam APBN pada periode tersebut. Pajak Penghasilan (PPh) (x_1) mengalami lonjakan yang signifikan. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) & Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) (x_2) turun drastis, sehingga perlu diterapkan kebijakan dan pengawasan yang efektif. Pajak Bumi Bangunan (PBB) (x_3) mengalami kenaikan, memerlukan peningkatan kepatuhan dan evaluasi kebijakan. Pajak Lainnya (x_4) mengalami penurunan, sehingga perlu dilakukan tinjauan kebijakan dan peningkatan kepatuhan. Hasil dari analisis ini akan menghasilkan rasio-rasio yang mencerminkan kontribusi masing-masing unit atau komponen dalam mencapai target pajak yang telah ditetapkan. Ketika nilai rasio positif, hal ini menunjukkan bahwa unit terkait memiliki dampak positif yang signifikan terhadap penerimaan pajak secara keseluruhan. Sebaliknya, nilai rasio negatif mengindikasikan dampak negatif yang besar dari unit atau komponen tersebut.
Copyrights © 2023