Moderasi beragama merupakan konsep yang menekankan pada keseimbangan dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama agar terhindar dari ekstremisme. Di era digital, moderasi beragama menjadi semakin penting karena arus informasi yang cepat dan luas dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap masyarakat terhadap keberagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam revitalisasi moderasi beragama di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur, jurnal ilmiah, serta data sekunder terkait isu moderasi beragama dan digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital menghadirkan tantangan besar bagi moderasi beragama, seperti penyebaran hoaks keagamaan, polarisasi sosial media, serta pemanfaatan teknologi oleh kelompok ekstremis untuk menyebarkan ideologi radikal. Tanpa adanya upaya moderasi, ruang digital dapat menjadi sarana yang memperkeruh hubungan antar umat beragama dan memicu konflik sosial. Namun, era digital juga membawa peluang besar bagi penguatan moderasi beragama, seperti penyebaran konten dakwah moderat, akses terhadap literatur keagamaan yang lebih luas, serta pemanfaatan platform digital untuk menyebarluaskan nilai-nilai toleransi dan keberagaman.
Copyrights © 2025