Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan tokoh agama terhadap tradisi penangkal hujan pada masyarakat Desa Kahakan, Batu Benawa. Sehingga diketahui hukum yang terkandung di dalam tradisi penangkal hujan tersebut. Dan juga untuk mengetahui apa saja media yang dilakukan masyarakat dalam melakukan tradisi penangkal hujan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek hukum melakukan tradisi penangkal hujan ini adalah tergantung niat dalam hati. Apabila niat hati melakukan tradisi penangkal hujan tersebut hanya sekedar ikhtiar dan tawakal pada Allah SWT semata maka boleh-boleh saja. Berbeda dengan orang awam yang tidak mengetahui akan hakikat hukum sebenarnya melakukan tradisi penangkal hujan tersebut dalam kata lain syubhat, sehingga muncul keraguan dalam melakukan tradis penangkal hujan tersebut, karena adanya rasa was-was akan rusaknya akidah maka lebih baik ditinggalkan. Hal ini menyatakan bahwa dalam melakukan sesuatu adalah tergantung dengan niat hati seseorang tersebut.
Copyrights © 2025