Darmawan Saputra
STAI Al-Washliyah Barabai, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANGGAPAN TOKOH AGAMA TENTANG TRADISI PENANGKAL HUJAN PADA MASYARAKAT DI DESA KAHAKAN BATU BENAWA Darmawan Saputra
JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan tokoh agama terhadap tradisi penangkal hujan pada masyarakat Desa Kahakan, Batu Benawa. Sehingga diketahui hukum yang terkandung di dalam tradisi penangkal hujan tersebut. Dan juga untuk mengetahui apa saja media yang dilakukan masyarakat dalam melakukan tradisi penangkal hujan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek hukum melakukan tradisi penangkal hujan ini adalah tergantung niat dalam hati. Apabila niat hati melakukan tradisi penangkal hujan tersebut hanya sekedar ikhtiar dan tawakal pada Allah SWT semata maka boleh-boleh saja. Berbeda dengan orang awam yang tidak mengetahui akan hakikat hukum sebenarnya melakukan tradisi penangkal hujan tersebut dalam kata lain syubhat, sehingga muncul keraguan dalam melakukan tradis penangkal hujan tersebut, karena adanya rasa was-was akan rusaknya akidah maka lebih baik ditinggalkan. Hal ini menyatakan bahwa dalam melakukan sesuatu adalah tergantung dengan niat hati seseorang tersebut. 
EKSISTENSI ADAT PIDUDUK DI KALANGAN GENERASI Z DI DESA BANUA JINGAH KECAMATAN BARABAI Darmawan Saputra
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 5 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Mei 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i5.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis eksistensi adat piduduk sebagai warisan budaya yang masih dijaga di masyarakat pedesaan. Adat piduduk merupakan tradisi turun-temurun yang mengandung nilai-nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat, seperti dalam upacara pernikahan, kelahiran, dan kegiatan adat lainnya. Namun, seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, minat serta pemahaman generasi muda terhadap tradisi ini mulai mengalami pergeseran. Generasi Z, yang tumbuh dalam era digital dengan arus informasi global yang sangat cepat, memiliki cara pandang dan sikap yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap beberapa informan dari kalangan generasi Z di lingkungan masyarakat yang masih menerapkan adat piduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar generasi Z memiliki rasa menghargai dan kebanggaan terhadap adat piduduk sebagai identitas budaya lokal. Namun, tantangan muncul dari kurangnya keterlibatan aktif mereka dalam pelaksanaan tradisi tersebut serta minimnya pemahaman mendalam mengenai makna dan filosofi adat piduduk. Faktor pendidikan, lingkungan keluarga, serta pengaruh media sosial berperan besar dalam membentuk perspektif mereka. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran generasi Z sebagai penerus dalam menjaga keberlangsungan adat piduduk agar tidak mengalami kemunduran atau hilang ditelan modernisasi. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan karakteristik generasi muda agar tradisi ini tetap eksis dan dapat  diwariskan kepada generasi berikutnya