Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan pedagogis penempatan materi menulis lebih dahulu daripada membaca dan menghafal dalam Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Soleh Baedowi dan Hairil Muhammad Anwar, serta menilai relevansinya terhadap konteks pembelajaran PAI di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis dokumen, di mana data utama diperoleh dari kajian teks buku ajar PAI dan Budi Pekerti, didukung oleh literatur teoritis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan menulis lebih dahulu diposisikan sebagai aktivitas kognitif untuk membangun kesadaran fonologis, pemahaman struktur ayat, dan internalisasi makna, serta memiliki legitimasi kurikuler dalam Kurikulum Merdeka, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, kemampuan awal siswa, ketersediaan media ajar, dan budaya pembelajaran sekolah yang masih berorientasi pada membaca dan menghafal. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan menulis lebih dahulu berpotensi menjadi strategi literasi PAI yang efektif dan bermakna, tetapi memerlukan pertimbangan pedagogis yang matang, adaptasi kontekstual, serta dukungan sistemik agar dapat diimplementasikan secara optimal dalam pembelajaran.
Copyrights © 2025