Penelitian ini bertujuan menganalisa penyematan istilah politik identitas pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 terhadap pasangan calon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Isu politik identitas adalah ekses dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 yang melibatkan Anies Baswedan sebagai salah satu aktornya. Pemikiran kontruktivis Frederick Barth menjadi teori yang digunakan untuk membedah relevansi isu tersebut dalam arena Pilpres 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan menjadikan beberapa kanal berita sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu politik identitas masih relevan disematkan kepada Anies sebab kelompok pendukung Anies ketika Pilkada DKI Jakarta merupakan kelompok yang sama yang mendukungnya pada Pilpres 2024 dengan bertransformasi menjadi Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. Isu politik identitas juga turut dipengaruhi oleh tokoh-tokoh NU sebab preferensi warga NU yang dinilai tidak sesuai dengan pendukung Anies.
Copyrights © 2024