Artikel ini bertujuan untuk, membahas tentang bagaimana penggunaan maupun penerapan, dari sebuah metode pembelajaran dan kurikulum, yang diberikan oleh seorang dosen / guru kepada para mahasiswa, dalam pertumbuhan karakter dari peserta didik itu sendiri. Dalam Amsal 1:7a Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Atas dasar inilah mahasiswa perlu dibentuk, untuk menjadikan mereka lebih baik, dalam setiap lini kehidupan. Moral dan etika dewasa ini sudah mulai terkikis, oleh karna perkembangan zaman, kecangihan tekhnologi yang kadang kala disalahgunakan oleh sekelompok kaula muda, yang bisa saja terjadi oleh karena kurangnya iman, dan pergaulan dalam lingkup kerohanian kristen diera digitalisasi ini. Manusia yang menciptakan tekhnologi, namun dalam kenyataannya manusia tidak mampu mengontrol tekhnologi itu sendiri. Dosen / guru diharapkan mampun meningkatkan minat belajar mahasiswa dalam pemahaman tentang pendidikan kristen dilingkungan perguruan tinggi maupun di sekolah yang merupakan pusat perkumpulan semua anak-anak muda dengan segala latar belakang kehidupan yang berbeda, sehingga mereka mampu menerima akan keberadaan satu dengan yang lainnya dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Peran dunia pendidikan pun sangat di harapkan dapat mengubah pola pikir dan menambah pengetahuan mahasiswa, membentuk generasi muda yang cinta tanah air, berbakti kepada bangsa dan negara, taat kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan moral dan etika yang terbentuk atas dasar kekristenan. Dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan program tersebut, dengan terus belajar dan menyadari bahwa sesungguhnya pendidikan agama kristen, tidak kalah penting dengan pendidikan untuk mata pelajaran / mata kuliah yang lainnya. Dengan pengajaran pendidikan agama kristen baik disekolah maupun di perguruan tinggi diharapkan generasi muda mahasiswa mampu menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi contoh dan teladan yang baik bagi generasi-genarasi penerus bangsa selanjutnya.
Copyrights © 2025