Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-efficacy, lingkungan belajar, dan motivasi belajar terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 72 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin melalui teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda, disertai pengujian asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kemandirian belajar. Mahasiswa dengan efikasi diri tinggi, dukungan lingkungan belajar kondusif, serta motivasi belajar yang kuat cenderung memiliki kemampuan pengelolaan belajar yang lebih mandiri. Secara umum, temuan ini menegaskan bahwa kemandirian belajar tidak hanya dipengaruhi faktor personal, tetapi juga kondisi lingkungan akademik dan dorongan motivasional. Oleh karena itu, peningkatan kemandirian belajar memerlukan strategi komprehensif yang mencakup aspek psikologis, pedagogis, dan institucional.
Copyrights © 2025