Penelitian ini bertujuan untuk memetakan preferensi gaya belajar Human Dynamics mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin terhadap mode pembelajaran daring (Sinkron dan Asinkron) dan merumuskan implikasi desain instruksional yang optimal. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan metode survei dengan total N=305 responden. Hasil menunjukkan dominasi preferensi yang sangat signifikan terhadap mode Sinkron (74,75%). Dalam konteks gaya belajar, dua kategori paling dominan adalah Mental-Physical (MP) (34,43%) dan Emotional-Physical (EP) (21,97%), menegaskan orientasi mahasiswa pada penerapan (Physical). Hasil pemetaan terpenting menunjukkan ketergantungan ekstrem Gaya Emotional-Mental (EM) (93,55%) pada mode Sinkron. Disimpulkan bahwa desain pembelajaran daring yang efektif harus mengadopsi model hibrida terintegrasi di mana Sinkron menjadi inti untuk interaksi high-touch, umpan balik instan, dan aktivasi motivasi, sementara Asinkron berfungsi sebagai penguat untuk praktik mandiri. Implikasi penelitian ini adalah rekomendasi strategis bagi dosen untuk menyesuaikan kegiatan kelas Sinkron dan materi Asinkron berdasarkan kebutuhan spesifik setiap gaya belajar.
Copyrights © 2025