Di era digital ini, studi tentang perilaku konsumtif dan keputusan investasi di kalangan mahasiswa menjadi semakin relevan. Mahasiswa, sebagai pengguna aktif teknologi digital, sering menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan pribadi mereka. Literasi keuangan, religiusitas, dan gaya hidup memainkan peran penting dalam membentuk perilaku keuangan mereka, baik dalam hal konsumsi maupun investasi. Literasi keuangan mengacu pada kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai konsep keuangan dan produk yang diperlukan untuk membuat keputusan yang baik. Kurangnya literasi keuangan dapat mengakibatkan keputusan keuangan yang tidak tepat dan perilaku konsumtif yang berlebihan. Penelitian oleh Elyanti (2022) menunjukkan bahwa "literasi keuangan secara signifikan memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa di Jambi" (Hartati, Rosmanidar, dan Safitri 2023). Mahasiswa dengan pemahaman yang baik tentang keuangan cenderung lebih bijaksana dalam pengeluaran mereka dan lebih mungkin untuk membuat keputusan investasi yang menguntungkan. Selain literasi keuangan, religiusitas juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif dan keputusan investasi mahasiswa. Nilai-nilai religius yang kuat dapat berfungsi sebagai kendali internal yang mencegah perilaku konsumtif yang berlebihan dan mendorong keputusan investasi yang lebih etis. Rafidah (2022) menemukan bahwa "religiusitas memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, terutama dalam konteks literasi keuangan syariah" (Rafidah, Alawiyah, dan Muliyana 2020). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat religiusitas yang tinggi cenderung lebih hati-hati dalam pengeluaran mereka dan lebih mempertimbangkan aspek etis dalam investasi mereka. Gaya hidup modern juga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Gaya hidup yang cenderung hedonistik dan materialistis sering kali mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan. Elyanti (2022) dalam penelitian lainnya menunjukkan bahwa "gaya hidup modern yang konsumtif dapat memperburuk perilaku keuangan mahasiswa". Mahasiswa yang terpengaruh oleh gaya hidup seperti ini cenderung lebih boros dan kurang mempertimbangkan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan mereka. Dalam penelitian ini, kami akan mengkaji lebih lanjut bagaimana literasi keuangan, religiusitas, dan gaya hidup secara bersama-sama mempengaruhi perilaku konsumtif dan keputusan investasi mahasiswa di era digital. Pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik dalam merancang program pendidikan keuangan yang efektif dan strategi pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi mahasiswa.
Copyrights © 2024