Perkembangan teknologi di era postmodern yang semakin maju membuat gereja mengalami tantangan spiritualitas instan dan konsumtif. Tujuan dari penelitian ini memberikan gambaran yang jelas melalui jawaban Perjanjian Baru untuk gereja tidak terjebak dalam keadaan spiritualitas instan dan konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur kepustakan (library research) yang berkaitan dengan tinjuan terhadap Perjanjian Baru menjawab tantangan gereja menghadapi spiritualitas instan dan konsumtif. Dari berbagai sumber buku, artikel, website, yang relevan sebagai bahan untuk menyajikan data. Sumber-sumber tersebut di peroleh melalui google book, goole scholar, dan kepustakaan fisik. Dan sumber utama sebagai bahan atau dasar tinjaun teologis adalah sumber Alkitab. Hasil penelitian penunjukkan bahwa gereja harus menolak kebiasaan spiritualitas instan dan perilaku konsumtif dengan berpusat kepada Tuhan Yesus Kristus, berakar dalam Yesus Kristus, dan berbuah di dalam Yesus Kristus, sehingga melahirkan spiritualitas yang sejati dan tidak adanya perilaku konsumtif. Gereja harus kembali fokus pada panggilan untuk memberikan pengajaran yang absolut agar jemaat mengalami spiritualitas yang sejati dan menolak tegas tindakan konsumtif. Dengan melihat Yesus sebagai gambaran yang memberikan teladan bagi gereja maupun orang percaya masa kini.
Copyrights © 2026