Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora
Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025

Tinjauan Yuridis Gugat Cerai Isteri Terhadap Suami (Studi Pada Pengadilan Agama Islam)

Annisa Hidayati (Universitas Achmad Yani Banjarmasin)



Article Info

Publish Date
23 Jul 2025

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan-alasan pengajuan gugatan cerai di Pengadilan Agama Banjarmasin dan untuk mengetahui konsekuensi hukum perceraian terhadap hak-hak istri. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris atau penelitian hukum sosiologis. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan hukum perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan-alasan yang menyebabkan seorang istri mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya di Pengadilan Agama Banjarmasin adalah karena faktor ekonomi, suami dipenjara, kekerasan, dan perselingkuhan. Alasan gugatan cerai tersebut bersifat normatif yuridis sesuai dengan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Konsekuensi hukum dari seorang istri yang mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya adalah bahwa mantan istri masih berhak atas mut'ah dan nafkah berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017.   The purpose of the study was to find out the reasons for filing for divorce at the Banjarmasin Religious Court and to find out the legal consequences of divorce on the rights of the wife. Types of empirical legal research or sociological legal research. The research approach uses a statutory approach and a conceptual approach. The results of this study indicate that the reasons that cause a wife to file a divorce petition against her husband at the Banjarmasin Religious Court are due to economic factors, the husband is sentenced to prison, abuse, and infidelity. The reasons for the divorce lawsuit are normative juridical in accordance with Article 19 of Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. The legal consequence of a wife suing for divorce from her husband is that the ex-wife is still entitled to mut'ah and a living based on the Circular Letter of the Supreme Court Number 2 of 2019 and the Regulation of the Supreme Court Number 3 of 2017.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

stigma

Publisher

Subject

Description

Stigma Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora adalah jurnal akses terbuka multidisiplin berskala nasional yang menggabungkan kajian Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan yang ketat dan cepat untuk memenuhi standar kualitas jurnal. Artikel ...