One of the women's issues that is continuously brought up to the public sphere is domestic violence, which commonly exists in a patriarchal society. This research aims to find women's representation who experience economic violence in religious discourse. The research object is a television program entitled “TEGA BANGET!! Suami PELIT Pada Istri Itu KDRT Gak Sih??” by a religious preacher, Ning Umi Laila. This descriptive analytic study uses Sara Mills's feminist stylistic discourse analysis. The method focuses on how women are constructed in a text or discourse, especially religious discourse. Furthermore, the study highlights how a religious authoritative figure portrays women in a television program, particularly when discussing economic domestic violence. Based on the analysis, the result shows that Ning Umi Laila, as the subject, articulates the rights of wives to economic justice, while framing the figure of a stingy husband as a perpetrator of economic domestic violence. Her discourse challenges patriarchal norms. However, her narrative remains rooted in traditional religious values, particularly the belief that a wife should not work without her husband’s permission. It illustrates the complex negotiation of female agency in religious discourse, like Islamic preaching. Isu KDRT merupakan isu yang kerap dibahas dalam ranah publik dan terbalut oleh sistem patriarki yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini berupaya melihat representasi perempuan yang mengalami KDRT ekonomi dalam wacana keagamaan. Wacana keagamaan yang diteliti adalah program ceramah agama di televisi dengan judul “TEGA BANGET!! Suami PELIT Pada Istri Itu KDRT Gak Sih?? Dengan penceramah Ning Umi Laila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan feminisme kritis. Pendekatan yang digunakan adalah analisis wacana feminis oleh Sara Mills yang melihat bagaimana perempuan dikonstruksi dalam teks dan wacana. Lebih jauh lagi, analisis akan berpusat pada bagaimana seorang figur otoritas agama menarasikan perempuan dalam program televisi yang membahas isu KDRT ekonomi. Berdasarkan analisis wacana, Ning Umi Laila sebagai subjek merepresentasikan istri sebagai individu yang berhak atas keadilan ekonomi dan suami pelit sebagai pelaku KDRT ekonomi. Ning Umi menyampaikan wacana yang membongkar patriarki namun tetap berkiblat pada nilai tradisional relijius yang melarang istri bekerja jika tidak mendapat ijin dari suami. Hal ini menunjukkan adanya kompleksitas negosiasi terhadap agensi perempuan dalam wacana keagamaan seperti ceramah agama
Copyrights © 2025