Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk mengembangkan Komponen Instrumen Terpadu (KIT) sains sederhana memanfaatkan limbah anorganik pemulung yang berorientasi pada pemahaman sains siswa terhadap MGMP IPA MTs di Kabupaten Kudus. Permasalahan yang ada di sekolah ialah kurangnya ketersediaan alat peraga IPA. Di samping itu, sampah anorganik yang ada di masyarakat tidak termanfaatkan dengan baik. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut penting dilakukan kegiatan pengabdian untuk memanfaatkan limbah anorganik dari pemulung sebagai alat peraga IPA sederhana dalam bentuk KIT sains sederhana. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain, 1) Tahap Desain Prototype KIT Sains Sederhana, 2) Tahap Pemilihan Limbah Anorganik pada Pemulung atau Pengepul, 3) Tahap Workshop Pembuatan KIT Sains Sederhana, 4) Tahap Implementasi KIT Sains dalam Pembelajaran di MTs, 5) Tahap Evaluasi dan Diseminasi Pembuatan KIT Sains Sederhana. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan beberapa KIT sains sederhana antara lain, 1) Spin pengukuran, 2) Kotak Konveksi, 3) Organ paru saat merokok, 4) Hologram, 5) Model atom, 6) elektroskop sederhana. Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa produk yang dihasilkan memuliki kualitas yang baik, persepsi guru baik, antusiasme guru dan siswa juga baik, serta terdapat peningkatan pemahaman sains siswa.
Copyrights © 2023