Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja aparat Desa Olusi Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Kajian difokuskan pada indikator kinerja menurut Robbins, yaitu kualitas kerja, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 8 informan yang terdiri dari Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat. Denan menggunakan teknik Snowball Sampling. pegambilan data digunakan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang kemudian dianalisis melalui tiga alur kegiatan yaitu reduksi data (reduction), penyajian data (display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing atau verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja aparat Desa Olusi tergolong baik pada aspek kualitas, kuantitas, efektivitas, dan kemandirian, meskipun indikator ketepatan waktu masih menjadi kelemahan yang cukup menonjol. Keterlambatan pelayanan administrasi dan pelaporan disebabkan oleh keterbatasan fasilitas, kurangnya sumber daya manusia, serta koordinasi eksternal yang belum optimal. Secara umum, aparat desa telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip good governance melalui pelayanan yang cukup responsif, transparan, dan akuntabel. Namun, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, manajemen waktu yang lebih efektif, serta optimalisasi sarana prasarana untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Copyrights © 2025