Dalam diskursus kajian budaya dan keislaman, karya tradisional dipandang sebagai medium strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai moral dan spiritual kepada masyarakat. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai konsep trilogi hubungan manusia dalam perspektif akhlak pendidikan Islam, yaitu hubungan dengan Allah (ḥabl min Allāh), sesama manusia (ḥabl min al-nās), dan alam (ḥabl min al-‘ālam) dalam garap catur lakon Pandawa Matirta sajian Ki Cahyo Kuntadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui analisis terhadap ginem dan janturan. Hasil penelitian ditemukan bahwa ajaran mengenai hubungan manusia terhadap ketuhanan tercermin dalam sikap khusyuk, ikhlas, dan kesungguhan Pandawa dalam berdoa dan bertapa sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan. Hubungan sosial antar manusia tergambar melalui nilai saling menghargai, menjaga perasaan, tidak menyakiti, serta mengedepankan kelembutan, kasih sayang, dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan konflik. Sementara itu, hubungan dengan alam diwujudkan melalui kesadaran menjaga kelestarian lingkungan, tidak merusak flora dan fauna, serta memanfaatkan alam secara bijaksana sebagai amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Dengan demikian, lakon ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang mengintegrasikan nilai budaya Jawa dengan ajaran Islam, sehingga menghasilkan pesan moral dan religius yang relevan dalam membentuk karakter manusia yang berakhlak mulia dan berkesadaran spiritual.
Copyrights © 2026