Dewasa awal merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap quarter life crisis, ditandai dengan kebingungan, tekanan, dan ketidakpastian terkait identitas, karier, serta relasi interpersonal. Grit berperan sebagai kapasitas psikologis yang membantu individu bertahan, menjaga komitmen, dan menghadapi tantangan jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya memahami bagaimana dewasa awal memaknai faktor-faktor yang membentuk grit berdasarkan pengalaman hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dewasa awal berusia 18–29 tahun, memiliki pengalaman hidup signifikan yang relevan dengan pembentukan grit. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama dan instrumen bantu seperti pedoman wawancara semi-terstruktur, alat perekam, dan catatan lapangan digunakan untuk mendukung proses pengumpulan data. data hasil wawancara ditranskripsi dan dianalisis secara bertahap, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa girt pada dewasa awal terbentuk melalui berbagai rangkaian pengalamn hidup individu dewasa awal dengan penuh tantangan, termasuk tuntutan akademik, pekerjaan maupun ketidakpastian dalam menentukan tujuan hidup. Secara keseluruhan, grit pada dewasa awal merupakan hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal yang membentuk cara individu memaknai tantangan, beradaptasi, serta mempertahankan komitmen terhadap tujuan hidupnya. .
Copyrights © 2026