World Health Organitation (WHO) 2018, menilai prevalensi pasien gastritis di banyak negara di dunia Amerika, Hongkong, Australia, China dan sekitar 583.635 orang di Asia Tenggara menderita gastritis setiap tahun. Angka kejadian gastritis di Puskesmas di Jawa Barat masih cukup tinggi dari 21 besar penyakit setelah Nasoparingitis dan Hipertensi Primer. Sejauh ini belum ada perubahan yang signifikan dari tahun 2009 hingga sekarang. Gastritis atau yang lebih sering kita sebut penyakit maag, merupakan penyakit yang sangat mengganggu aktivitas dan bisa berakibat fatal jika tidak dikelola dengan baik. Biasanya gastritis terjadi pada orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat dan pola makan tidak teratur sehingga dapat merangsang sekresi asam lambung. Beberapa infeksi mikroba juga dapat menyebabkan gastritis. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui adakah Hubungan Antara Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung. Desain dalam penelitian ini adalah studi kolerasi dengan menggunakan metode pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dalam penelitian ini berjumlah 120 seluruh Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung dari tingkat 1 - 4. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner melalui google form. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 61,6% Mahasiswa memiliki pola makan yang sehat dan 60,8% Mahasiswa tidak mengalami gastritis. Uji Chi-square menunjukan hasil p-value= 0,000 < (0.05). Artinya secara statistik bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pola Makan dan Kejadian Gastritis pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan Bale Bandung.
Copyrights © 2023