Usaha mikro di Indonesia menghadapi tantangan dalam pengelolaan merek dan adopsi pemasaran digital, yang membatasi daya saing dan perluasan pasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran intervensi branding dan digital marketing dalam meningkatkan kinerja MOFAKTA, UMKM keripik basreng di Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif berbasis Community Development dengan metode kualitatif deskriptif dan analisis data keuangan mitra. Data diperoleh melalui observasi dan laporan keuangan selama periode live-in (Desember 2025) dan pra-live-in (Januari 2026). Intervensi mencakup perancangan ulang kemasan, pengelolaan akun media sosial (Instagram dan TikTok), aktivasi Shopee dan Tokopedia, perluasan distribusi offline, serta pencatatan keuangan sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan kinerja usaha: omzet Januari 2026 mencapai 2.65 kali melebihi target dan profit margin 39,14%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan identitas merek dan digitalisasi pemasaran, meskipun sederhana, berdampak signifikan terhadap performa finansial usaha mikro. Artikel ini memberikan bukti empiris efektivitas pendampingan UMKM berbasis branding dan digital marketing.
Copyrights © 2026