The issue of unequal access to nutrition in Indonesia has a direct impact on the quality of children’s physical and cognitive development, thereby hindering the emergence of a healthy and intelligent golden generation. From a theological perspective, the fulfillment of food needs, as reflected in Matthew 25:35, serves as the moral foundation for collective intervention, including through the government’s free nutritious food program as a systematic effort to improve public welfare. This study aims to analyze the theological meaning of this text and apply it in the context of free nutritious food policies for the formation of a healthy and intelligent golden generation. The research method employed was a qualitative approach utilizing historical-grammatical exegesis and a public theology framework. The findings indicate that the act of feeding the hungry constitutes a theological mandate that is both universal and contextual. Free nutritious food programs can be understood as a form of diaconal praxis in modern public policy. Thus, the integration of theological values and state policy contributes significantly to shaping a healthy, intelligent, and sustainable golden generation, and the novelty of this research lies in the direct integration of biblical exegesis and national nutrition policy as a model of applied theology based on public policy. Abstrak Permasalahan ketimpangan akses gizi di Indonesia berdampak langsung pada kualitas perkembangan fisik dan kognitif anak, sehingga menghambat terwujudnya generasi emas yang sehat dan cerdas. Dalam perspektif teologis, pemenuhan kebutuhan makanan sebagaimana tercermin dalam Matius 25:35 menjadi dasar moral bagi intervensi kolektif, termasuk melalui program makanan bergizi gratis pemerintah sebagai upaya sistematis meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis teks tersebut serta mengaplikasikannya dalam konteks kebijakan makanan bergizi gratis bagi pembentukan generasi emas yang sehat dan cerdas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis eksegesis historis-gramatikal serta pendekatan teologi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan memberi makan orang lapar merupakan mandat teologis yang bersifat universal dan kontekstual. Program makanan bergizi gratis dapat dipahami sebagai bentuk praksis diakonia dalam kebijakan publik modern. Dengan demikian, integrasi antara nilai teologis dan kebijakan negara berkontribusi signifikan dalam membentuk generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkelanjutan, dan kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi langsung antara eksegesis biblika dan kebijakan nutrisi nasional sebagai model teologi aplikatif berbasis kebijakan publik.
Copyrights © 2026