Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi fungsi permintaan dan penawaran menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran ekonomi di sekolah menengah kejuruan, yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan aktivitas berpikir siswa. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbasis computational thinking pada materi fungsi permintaan dan penawaran serta menguji kelayakan penggunaannya dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ASSURE yang meliputi analisis karakteristik peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan metode dan media, pemanfaatan media, pelibatan peserta didik, serta evaluasi dan revisi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan XI program akuntansi di salah satu sekolah menengah kejuruan di Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli media, guru ekonomi, serta respons siswa, sedangkan penilaian ahli materi menunjukkan kategori layak. Selain itu, penerapan video pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata dari 17,32 pada pre-test menjadi 90,36 pada postest. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis computational thinking yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi fungsi permintaan dan penawaran.
Copyrights © 2026