Kondisi kesuburan tanah yang semakin mengkhawatirkan saat ini menjadi salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya tanaman hortikultura, khususnya kacang panjang, yang berdampak langsung pada rendahnya tingkat produktivitas yang dihasilkan. Upaya peningkatan kesuburan tanah sekaligus peningkatan hasil produksi kacang panjang dapat dilakukan melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah pasar sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC). POC yang berbahan dasar limbah pasar dan diperkaya dengan penambahan buah maja selanjutnya dikenal dengan sebutan LimPaMa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan vegetatif dan hasil produksi tanaman kacang panjang yang mendapatkan perlakuan POC LimPaMa. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri atas 4 taraf perlakuan, yakni: A0 (tanpa aplikasi POC), A1 (dosis POC 100 ml/liter air), A2 (dosis POC 200 ml/liter air), dan A3 (dosis POC 300 ml/liter air). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa aplikasi POC LimPaMa pada taraf perlakuan A2 (dosis 200 ml/liter air) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap umur berbunga (31,14 HST), umur panen (47,38 HST), jumlah polong per tanaman (72,38 polong), serta berat polong per tanaman (1.238,09 gram). Penelitian ini memberikan manfaat dalam hal pendauran ulang limbah pasar yang diperkaya buah maja menjadi POC LimPaMa, sekaligus menyediakan informasi mengenai respons tanaman kacang panjang terhadap perlakuan yang diberikan. Adapun kandungan unsur hara POC LimPaMa meliputi: C-Organik 0,72%, Total N 0,06%, Total P2O5 0,04%, Total K2O 0,15%, Total Mg 0,005%, dan Total Ca 0,019%.
Copyrights © 2026