Penelitian ini mengeksplorasi perancangan program ruang pada bangunan bank sampah di Indonesia sebagai bagian dari skema pengelolaan sampah berbasis komunitas. Walaupun jumlah bank sampah terus bertambah, berbagai persoalan masih muncul, terutama terkait efektivitas operasional serta ketersediaan infrastruktur yang memadai. Melalui studi kasus pada enam bank sampah, penelitian ini menelaah fasilitas fisik dan strategi pengelolaannya. Data yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk mengungkap pola umum dalam perancangan ruang. Hasilnya menunjukkan adanya empat kelompok fungsi utama yang menjadi dasar pemrograman arsitektural: (1) ruang administrasi atau kantor pengelola; (2) gudang atau area penyimpanan sementara; (3) ruang serbaguna untuk berbagai aktivitas komunitas; dan (4) fasilitas tambahan yang menunjang operasional. Keempat fungsi tersebut umumnya disusun mengikuti prinsip tata ruang kantor modern yang mengedepankan konsep ruang terbuka serta area publik untuk mendorong interaksi warga. Hubungan antar ruang pun cenderung fleksibel dan inklusif, memungkinkan alur kegiatan yang saling terhubung. Temuan ini menunjukkan perlunya penelitian lanjutan mengenai standardisasi kebutuhan ruang bank sampah, termasuk ukuran ruang, dimensi furnitur, kebutuhan pencahayaan, ventilasi, dan aspek teknis lainnya.
Copyrights © 2025