Kota Bandar Lampung memiliki potensi ruang publik yang besar, terutama pada koridor perkotaan strategis yang berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Namun, ruang-ruang publik tersebut belum terintegrasi secara optimal sehingga belum mampu membentuk jaringan ruang kota yang saling terhubung dan mendukung identitas kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ruang publik eksisting pada koridor strategis kota serta merumuskan konsep integrasi jalur pejalan kaki yang berperan dalam memperkuat identitas dan daya tarik wisata kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis hubungan spasial antar-ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor Stasiun Tanjung Karang – Masjid Al Bakrie – Tugu Adipura merupakan jalur dengan intensitas aktivitas tertinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai jalur transit wisata kota. Konsep integrasi yang dihasilkan menekankan peningkatan kualitas konektivitas antar-node ruang publik melalui jalur pedestrian yang aman, nyaman, dan berkesinambungan. Selain itu, integrasi antara fungsi ruang publik, kegiatan wisata, dan elemen identitas lokal juga menjadi fokus utama dalam perancangan. Rekomendasi konsep ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kawasan perkotaan yang inklusif, adaptif terhadap kebutuhan pengguna, serta mencerminkan karakter khas Kota Bandar Lampung.
Copyrights © 2025