Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning pada materi sifat Gereja yang apostolik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan melalui dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan pembelajaran, pengamatan terhadap proses, serta refleksi untuk perbaikan pada siklus berikutnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes untuk mengukur capaian hasil belajar serta lembar observasi untuk menilai keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan keaktifan dan hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan secara bertahap pada setiap siklus. Pada siklus I, peserta didik mulai terlibat dalam diskusi dan pemecahan masalah, namun masih terdapat siswa yang pasif dan kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Hasil evaluasi pada tahap ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan kondisi awal, tetapi belum mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada siklus II melalui pemberian bimbingan yang lebih terarah, penguatan motivasi, dan pengelolaan waktu yang lebih efektif. Pada siklus II, keaktifan dan keberanian peserta didik dalam bertanya, berdiskusi, serta menanggapi pendapat teman meningkat secara signifikan. Peningkatan tersebut berdampak langsung pada hasil evaluasi akhir yang menunjukkan ketuntasan belajar yang diharapkan. Dengan demikian, model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kritis, dan bermakna.
Copyrights © 2026