Industri farmasi, khususnya pada lini produksi sediaan steril, menuntut tingkat mutu dan efisiensi yang tinggi untuk menjamin keselamatan pasien serta memenuhi persyaratan regulasi. Salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas produksi adalah penghentian singkat (minor stoppage), yaitu gangguan singkat pada mesin atau lini produksi yang cenderung dapat diatasi dengan intervensi ringan operator. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji dampak penghentian singkat (minor stoppage) terhadap Efektivitas Keseluruhan Peralatan (Overall Equipment Effectiveness / OEE) pada lini produksi sediaan farmasi steril. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil menunjukkan bahwa minor stoppage termasuk kategori kerugian akibat penurunan kecepatan (speed losses) yang dominan menurunkan komponen kinerja (performance) pada OEE. Meskipun berdurasi singkat, frekuensi kejadian minor stoppage yang tinggi menyebabkan akumulasi kehilangan waktu operasional yang signifikan. Dampak tersebut semakin kompleks pada produksi sediaan farmasi steril karena keterbatasan intervensi operator dan persyaratan lingkungan aseptik. Faktor penyebab minor stoppage dapat berasal dari mesin, manusia, material, dan lingkungan. Pengendalian melalui Pemeliharaan Produktif Total (Total Productive Maintenance / TPM) terbukti efektif menekan gangguan dan meningkatkan OEE. Kesimpulannya, minor stoppage merupakan salah satu penyebab utama penurunan OEE sehingga perlu dikendalikan secara sistematis.
Copyrights © 2026