Claim Missing Document
Check
Articles

KINETIKA PERMEASI KLOTRIMAZOL DARI MATRIKS BASIS KRIM YANG MENGANDUNG VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Lucida, Henny; Husni, Patihul; Hosiana, Vinny
Jurnal Riset Kimia Vol 2, No 1 (2008): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v2i1.56

Abstract

 ABSTRACT A kinetic study on the release of clotrimazole from a VCO containing creambase has been undertaken. The in-vitro release of the drug was studied by using a modification diffusion cell apparatus. Four formulations of clotrimazole cream were prepared, each contained either VCO or paraffin liquidum in the cream base. The amount of clotrimazole release were determined by UV spectrophotometer. Results showed that release of clotrimazole from all formulations followed Higuchi kinetics, the release rate constant from F1 (containing VCO) was significantly different than that from F1’ (containing paraffin liquidum) (p < 0.05). The rate constant of clotrimazole from F2 (containing VCO); F2’ (containing paraffin liquidum ) and F1 were not significantly different. Virgin coconut oil (VCO) was a potential cream base matrix regarding the release profile of clotrimazole from the matrix. Keywords : clotrimazol, VCO, permeation kinetic
PEMBERIAN PEMAHAMAN MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK SECARA RASIONAL PADA MASYARAKAT DI ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Mita, Soraya Ratnawulan; Husni, Patihul
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.769 KB)

Abstract

Pemerintah telah menetapkan kebijaksanaan dalam upaya pelayanan kesehatan yaitu Primary Health Care (PHC) sebagai suatu strategi untuk mencapai Indonesia sehat pada tahun 2020. Peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan PHC adalah dengan menjaga kesehatan dan berpelilaku hidup sehat. Pemerintah Provinsi Jawa barat sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah mendukung dan menunjang program PHC ini dengan berusaha meningkatkan indeks pembangunan manusia Jawa barat. Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari seluruh upaya kesehatan, yang menitikberatkan pada upaya untuk meningkatkan perilaku sehat dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam penanganan penyakit sederhana dengan memanfaatkan obat yang sederhana bahkan menggunakan bahan dari alam. Pengetahuan mengenai obat-obatan sangatlah bermanfaat besar, karena obat selain bisa sebagai penyembuh dari sakit juga bisa berpotensi untuk mendatangkan malapetaka. Banyak kasus penyalahgunaan obat analgetik yang terjadi di masyarakat, contohnya methadone yang termasuk dalam golongan obat analgetik. Selain itu, obat analgetik golongan narkotik seperti opium dan morfin juga sering digunakan bukan untuk tujuan pengobatan, padahal obat-obat tersebut dapat mengakibatkan ketergantungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan program untuk meningkatkan pemahaman dan  pengetahuan masyarakat akan penggunaan obat analgesik yang benar dan rasional.Kata kunci: analgesik, methadone, opium, morfin
Pengembangan Formula Nano-fitosom Serbuk Liofilisasi Seduhan Teh Hitam (Camellia sinensis L. Kuntze) Husni, Patihul; Puspitaningrum, Kartika
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.435 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i2.10916

Abstract

Nano-fitosom merupakan suatu teknologi nano yang digunakan untuk meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif yang terkandung dalam tanaman dengan cara mengikat bahan aktif dengan fosfolipid yang memiliki sifat mirip dengan membran sel. Nano-fitosom dibuat dengan mencampurkan fitokonstituen dan fosfatidilkolin dalam perbandingan molar tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula nano-fitosom serbuk liofilisasi seduhan teh hitam (Camellia sinensis L. Kuntze). Nano-fitosom diformulasikan dengan membuat tiga variasi perbandingan katekin:fosfatidilkolin:kolesterol mulai dari 1:1:0,2 (F1), 1:2:0,2 (F2), dan 1:3:0,2 (F3) dengan menggunakan metode refluks. Evaluasi nano-fitosom meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan efisiensi penjerapan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ukuran partikel nano-fitosom sekitar 52,1-101,9 nm dengan nilai indeks polidispersitas 0,309-0,404. Efisiensi penjerapan berkisar antara 6,7266%-11,4317%. Formula nano-fitosom dengan efisiensi penjerapan yang paling baik yaitu F3 dengan perbandingan molar katekin:fosfatidilkolin:kolesterol 1:3:0,2 dengan ukuran partikel sebesar 52,1±12,5 nm, indeks polidispersitas 0,320 dan efisiensi penjerapan 11,4317±0,3153%. Analisis data menggunakan One-Way Anova menunjukkan bahwa terdapat pengaruh konsentrasi fosfatidilkolin terhadap efisiensi penjerapan secara signifikan (p < 0,05).Kata kunci: nano-fitosom, fosfatidilkolin, serbuk liofilisasi, teh hitam (Camellia sinensis)
Potensi Polimer Poly-Lactic-co-Glicolyc Acid untuk Terapi Kanker dan Perkembangan Uji Kliniknya Husni, Patihul
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.018 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2018.7.1.59

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang. Poly-Lactic-co-Glicolyc Acid (PLGA) merupakan salah satu polimer yang mampu terurai secara biologis (biodegradable) yang sering digunakan sebagai nanokarier yang efektif untuk penghantaran obat ke dalam sel. PLGA bersifat biodegradable karena diuraikan menjadi senyawa endogen yaitu asam laktat dan asam glikolat dan mudah dimetabolisme oleh tubuh melalui siklus Krebs sehingga memiliki sifat toksisitas sistemik yang rendah serta telah disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk terapi pada manusia. Banyak obat antikanker yang dienkapsulasi menggunakan PLGA dan telah dilakukan uji in vitro, in vivo dan uji klinik. Artikel review ini bertujuan untuk mengetahui potensi PLGA untuk terapi kanker dan perkembangan uji kliniknya saat ini. Metode penulisan artikel review ini dilakukan melalui penelusuran pustaka. Hasil review dari 38 artikel menunjukkan bahwa polimer PLGA sangat berpotensi dalam penghantaran obat antikanker baik secara pasif maupun aktif. Beberapa produk sedang berada dalam tahap uji in vitro, in vivo dan klinik. Namun, produk yang telah beredar di pasaran menunjukkan bahwa PLGA terbukti berpotensi dan aman sebagai polimer untuk menghantarkan obat ke sel kanker prostat.Kata kunci: PLGA, uji klinik, polimer, biodegradable, kanker Biodegradable Polymer Potential of Poly-Lactic-co-Glicolyc Acid for Cancer Therapy and Its Clinical TrialCancer is one of the leading causes of death worldwide. In 2012, cancer causes death of about 8.2 million people. Poly-Lactic-co-Glicolyc Acid (PLGA) is one of the biodegradable polymers that is often used as an effective nanocarrier for drug delivery into cells. PLGA is biodegradable because it is decomposed into endogenous compounds namely lactic acid and glycolic acid and easily metabolized by the body through the Krebs cycle, so it has low systemic toxicity properties and has been approved by Food and Drug Administration (FDA) for human therapy. Many anticancer drugs are encapsulated using PLGA and have been tested in vitro, in vivo and clinical trial. This review article aimed to determine the potential of PLGA for cancer therapy and the development of current clinical trials. Data in this review article is obtained from library search. The review result of 38 articles indicate that the PLGA polymer is highly potential in delivering anticancer drugs either passively or actively. Some products are undergoing in vitro test, in vivo test, and clinical trials. However, marketed products show that PLGA is proven to be potential and safe as a polymer to deliver drugs into prostate cancer cells.Keywords: PLGA, clinical study, polymer, biodegradable, cancer
STUDI PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DARI NA-CMC HASIL SINTESIS SELULOSA ECENG GONDOK MENGGUNAKAN EPIKLOROHIDRIN SEBAGAI CROSSLINKER Musfiroh, Ida; Dewanti, Nadya Indah; Perwira, Anggun Putri; Husni, Patihul; Tjitraresmi, Ami; Muhtadi, Ahmad
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.176 KB)

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) memiliki kandungan sellulosa cukup tinggi yaitu 66,87%, sehingga mempunyai potensi sebagai sumber untuk pembuatan natrium karboksimetilselulosa (Na-CMC). Penggunaan kombinasi pelarut isobutil-isopropil alkohol serta crosslinker diketahui dapat memperbaiki karakteristik NaCMC dalam mengikat air sehingga berpotensi digunakan dalam sediaan hydrogel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelapasan Na diklofenak dari basis hydrogel NaCMC hasil sintesis dari eceng gondok dengan crosslinker epiklorhidrin. Metode terdiri dari isolasi α-selulosa, sintesis Na-CMC, penambahan crosslinker epiklorohidrin, uji swelling ratio, analisis gugus fungsi dengan FTIR, formulasi Na-CMC dengan zat aktif natrium diklofenak, uji difusi, dan uji particle size analysis (PSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi hydrogel Na-CMC dari eceng gondok dengan crosslinking epiklorhidrin dan Na CMC baku berturut-turut yaitu nilai swelling rasio 54% dan 1218.75%. Serapan gugus fungsi C = O terdapat pada bilangan gelombang 1631.78 cm-1 dan 1716,65 cm-1; ukuran partikel 1.212 nm dan 1.197 nm. Hasil studi pelepasan na diclofenac dari NaCMC hydrogel yaitu 13.01%, dan 8.56%. Hasil penelitian menunjukkan profil difusi Na CMC-crosslinking dengan epiklorhidrin hasil sintesis dari eceng gondok dapat memperbaiki profil difusi sediaan.
Menghindari Kosmetika Palsu Secara Organoleptik Soraya Ratnawulan Mita; Patihul Husni; Insan Sunan Kurniawansyah
Majalah Farmasetika Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.81 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v2i1.12688

Abstract

Setiap hari manusia dipastikan menggunakan kosmetika, dimulai dari mandi pagi sampai saat akan tidur di malam hari. Macam kosmetika pun semakin beragam. Kosmetika selalu digunakan hampir setiap hari, sehingga perlu pemahaman mengenai bahaya dari penggunaan kosmetika yang tidak baik. Setiap kosmetika yang dibuat dan/atau diedarkan wajib memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, mutu, penandaan, dan klaim; dan dinotifikasi kepada Kepala BPOM, dan wajib dilakukan penarikan dari peredaran bila tidak memenuhi persyaratan. Oleh karenanya, dalam mini review artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara menghindari kosmetika palsu secara organoleptik. Kata kunci: kosmetika palsu, organoleptik 
Metode Deteksi Kandungan Babi dan Alkohol dalam Eksipien Farmasi dan Produk Obat untuk Menjamin Kehalalan Sediaan Obat PATIHUL HUSNI; Norisca Aliza Putriana; Imam Adi Wicaksono
Majalah Farmasetika Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.18 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v2i1.12653

Abstract

Bagi seorang muslim, status halal suatu produk obat dan eksipien yang digunakan adalah hal mutlak harus dipenuhi. Produk obat halal tersebut harus bebas dari kandungan babi dan alkohol baik dari bahan dasarnya maupun proses pembuatannya. Pentingnya metode untuk mendeteksi kandungan babi dan alkohol untuk memastikan suatu produk obat bebas dari kandungan babi dan alkohol menjadi latar belakang review artikel ini. Metode review artikel ini adalah mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan metode deteksi kandungan babi dan alkohol/etanol dan membuat ringkasan dari literatur-literatur tersebut. Hasil review menunjukkan bahwa metode deteksi yang dapat digunakan yaitu metode analisis PDK (Pork Detection Kit) untuk mendeteksi protein babi, metode PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi DNA babi dan metode GC (Gas Chromatography) atau HPLC (High Performance Liquid Chromatography) untuk mendeteksi residu alkohol/etanol.Kata Kunci: Halal, Babi, Alkohol, Eksipien Farmasi, Produk Obat
Potensi Kitosan Bersumber dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) dalam Bidang Farmasi Patihul Husni; Junaedi Junaedi; Dolih Gozali
Majalah Farmasetika Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i1.23804

Abstract

Produksi rajungan (Portunus pelagicus) di Indonesia dalam satu tahun mencapai 30.000 ton yang yang menghasilkan sisa buangan limbah cangkang rajungan. Rajungan, memiliki kandungan kitin yang dapat diproses lebih lanjut melalui reaksi deasetilasi menjadi kitosan. Kitosan bersifat biocompatible dan biodegradable. Kitosan dalam bidang farmasi dimanfaatkan sebagai bahan eksipien obat dan belum banyak dimanfaatkan sebagai zat aktif obat. Dengan demikian, limbah cangkang rajungan memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan produk yang lebih bermanfaat, yaitu berupa kitosan. Kata kunci: rajungan (Portunus pelagicus), kitin, kitosan 
Uji dan Karakterisasi Serbuk Pektin dari Albedo Durian sebagai Kandidat Eksipien Farmasi Patihul Husni; Uvita Kafilatul Ikhrom; Uswatul Hasanah
Majalah Farmasetika Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i3.33349

Abstract

Pektin adalah senyawa polisakarida yang larut dalam air dan merupakan asam-asam pektinat yang mengandung gugus-gugus metoksil. Fungsi utamanya sebagai bahan pengental dan pembentuk gel. Durian (Durio zibethinus L.) merupakan buah yang memiliki aroma yang sangat khas dan banyak diminati masyarakat karena memiliki rasa enak dan aroma yang harum. Buah durian terdiri dari tiga bagian yaitu daging buah sekitar 20-35%, biji sekitar 5-15% sisanya berupa bobot kulit yang mencapai 60-75% dari bobot total buah. Bagian kulit buah durian yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pektin yaitu pada bagian kulit dalam durian yang berwarna putih yang disebut juga dengan mesocarp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi serbuk pektin albedo durian yang dihasilkan dan mengetahui kualitas serbuk eksipien pharmaceutical grade dari pektin albedo durian. Penelitian ini dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut asam sulfat. Pada kondisi keasaman pelarut pH 2, pH 3, dan pH 4, waktu ekstraksi 5 jam dan pada suhu 90⁰C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pektin pH 3 lebih memenuhi kriteria sebagai eksipien pharmaceutical grade karena laju alir yang paling baik yaitu 4,368 g/detik, kerapatan mampat 0,590 g/mL, kompresibilitas 11,802%, sudut diam 20,124⁰, susut pengeringan 10%, kadar Pb 7,075 bpj dan kadar abu 10,760%.
Studi Stabilitas Kadar Parasetamol Drops yang Dicampur Minuman Teh Manis Pada Suhu Ruang (≤ 30 °C) Dan Suhu Dingin (2-8 °C) Patihul Husni; La Ode Zahid Al Hajri Nur Salam; Ginayanti Hadisoebroto
Majalah Farmasetika Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i2.37688

Abstract

Parasetamol merupakan obat analgesik non narkotik dengan cara kerja menghambat sintesis prostaglandin terutama di sistem saraf pusat. Parasetamol digunakan secara luas di berbagai negara baik dalam bentuk sediaan tunggal sebagai analgesik-antipiretik maupun kombinasi dengan obat lain melalui resep dokter atau dijual bebas. Pasien anak biasanya mendapatkan sediaan obat mengandung parasetamol dalam bentuk sediaan drops atau sirup karena sulitnya anak kecil meminum obat dalam bentuk tablet atau kaplet. Pemberian obat parasetamol pada anak terkadang dicampur dengan minuman teh manis untuk menutupi rasa pahit dari obat tersebut. Pencampuran ini berpotensi menimbulkan interaksi antara parasetamol dan komponen yang terdapat dalam minuman teh manis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan stabilitas kadar parasetamol dalam bentuk sediaan drops yang dicampur dengan minuman teh manis dengan kondisi penyimpanan pada suhu ruang (≤ 30 ⁰C) dan suhu dingin (2-8 ⁰C). Parasetamol drops dicampur dengan minuman teh manis dan disimpan pada kondisi penyimpanan yang telah ditentukan. Pada interval waktu tertentu, kadar parasetamol ditentukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar parasetamol drops yang dicampur minuman teh manis walaupun tidak ada perbedaan yang berarti antara penyimpanan pada suhu ruang dan suhu dingin. Berdasarkan pengamatan organoleptik, parasetamol drops yang dicampur minuman teh manis yang disimpan pada suhu ruang bertahan selama 3 jam sedangkan yang disimpan pada suhu dingin bertahan selama 24 jam. Penambahan teh manis mempengaruhi stabilitas kadar parasetamol drops walaupun tidak ada perbedaan yang berarti antara penyimpanan pada suhu ruang dan suhu dingin.
Co-Authors Adi Prayitno Aditama, Agnis Agita, Kiva Agnis Pondineka Ria Aditama Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi Alicia Ima Dara Alika Nuansa Pratiwi Alyanis Mufid SWM Ami Tjitraresmi Ami Tjitraresmi, Ami Anggia Diani Amalia Anggun Putri Perwira Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Annisa Luthfiyah Handini ANUGRAHANI YUNIAR EKAWATI Apriyani, Mila Ardian Baitariza Ardian Baitariza Ardian Baitariza, Ardian Aryani, Annisa Fitri Asa Falahi Astri Sherly Inggriani Astri Sherly Inggriani ASTRI SULASTRI Ayuning Trias, Diah Aziz, Calista Sasikirana Finola Azizul Hakim Billa Nidia Hikmatiana Budianto, Muhamad Oke Cahya Lestari, Riska Carolina, Theresia Denok Risky Ayu Paramita Devani Olivia Winardi Dewi Rashati Dolih Gozali Dolih Gozali Dwi Puji Astuti Een herliani Eka Yulia Agustin Ella Masliana Dewi Erika Herawati, Irma Eryani, Mikhania Christiningtyas Fairuzati Anisah Murthadiah Fakhirah, Maitsa Alya Fakhri Rabbani FARIANTI EKO NUR KHASANAH Fauziah, Neneng Alifia Nur FIKAMILIA HUSNA Firmansyah Firmansyah Ghifari, M Alvien Hadisoebroto, Ginayanti Hazrina, Aghnia Henny Lucida Hery Diar Febryanto Hosiana, Vinny Ida Musfiroh Ida Musfiroh -, Ida Musfiroh Imam Adi Wicaksono Indriana Agustin Claradila Frinda IRMA RAHAYU LATARISSA Januarti, Melinda Judy Handojo, Kukuh Junaedi Junaedi Junaedi Junaedi Kartika Puspitaningrum Khanifah Hidayati Puspa Negara Khoirunnisa, Arina Kurniati, Bunga Dian Kurniawan Syah, Insan Sunan Kusdi Hartono, Kusdi La Ode Zahid Al Hajri Nur Salam Layyareza, Rania Talinta Luluk Luqyana Mahdiyah Luthfiah, Annisa Mala Fitriani Mayang K. Dewi Mayang Kusuma Dewi MEGA HIJRIAWATI Melinda Januarti Melinda Januarti Muchamad Luthfi Fadhiilah Muhaimin Muhaimin Muhammad Dimas Mulyani, Tuti Sri Muthia Izati Mutia Dwi Lestari Nadya Indah Dewanti NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH Nafisa Nurfatia Hidayat Nina Wijiani Norisca A. Putriana Norisca A. Putriana Norisca Aliza Putriana Nur Aisyah NUR DIANA HADAD Nurulita Dina Ulfah Nuryani, Tri Winarsih Permatasari, Lina Putri Perwira, Anggun Putri perwita, tista Puspitaningrum, Kartika Putri, Refitha Nurul Rashati, Dewi Ratnadani Amalia Safitri Ratnawati, Aini Regina Liviandari RESTIKA ERIA PUTRI Rina Haryani Rini Hendriani Rini Silviya Riska Cahya Lestari Safitri, Manzil Salsabila, Annisa Siti Santi Sinala SHEILA PRATIWI Sigalingging, Asima Rohana Silvia, Nurfianti Siti Nur Azizah, Siti Nur Sitinjak, Bernap Dwi Putra Soewahju, Renata Bella Soraya Ratnawulan Mita Soraya Ratnawulan Mita Mita SORAYA RATNAWULAN MITA, SORAYA RATNAWULAN Sri Agung Fitri Kusuma Sriwidodo Sriwidodo Syuhuriah, Ainin Taofik Rusdiana Tryani Sutisna Putri, Sussy Uswatul Hasanah Uswatul Hasanah Uvita Kafilatul Ikhrom Vinny Hosiana Vista Kamilania Widayanti Supraba Wirna Grace Tua Sihombing Yasarah Hisprastin Yoga Windhu Wardhana Yoshihito Shiono Yosita Aulia Mustofa Yuli Agung Prasetyo Yuni Ruspriyani YUNIKE KARUNIA PUTRI Yusuf, Marsha Afifah Zelika Mega Ramadhania, Zelika Mega