Maloklusi merupakan masalah patologi mulut ketiga yang paling umum dan berdampak buruk pada kualitas hidup anak. Kurangnya kesadaran masyarakat dan program edukasi kesehatan gigi yang pada umumnya masih berfokus pada pencegahan karies di Kelurahan Sendangmulyo mendasari pentingnya edukasi pencegahan maloklusi bagi kader kesehatan. Kebaruan kegiatan ini terletak pada pemberdayaan kader Posyandu melalui edukasi terstruktur pencegahan maloklusi yang mencakup deteksi dini dan pengendalian kebiasaan buruk berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam upaya penguatan layanan preventif kesehatan gigi anak. Metode pelaksanaan melibatkan 28 kader Posyandu pada November 2025 melalui empat tahapan, yaitu perizinan, persiapan, pelaksanaan edukasi dengan metode ceramah interaktif dan demonstrasi, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader secara signifikan sebesar 28,3 poin, dengan rata-rata nilai meningkat dari 56,4 menjadi 84,7 atau sebesar 50,2%, yang membuktikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman terkait faktor penyebab, deteksi dini, dan pencegahan kebiasaan buruk pemicu maloklusi. Dengan demikian, pemberdayaan kader terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas promotif dan preventif kesehatan gigi di tingkat komunitas.Kata Kunci: Edukasi; Kader; Maloklusi.
Copyrights © 2026