Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui pemanfaatan teknologi Artificial İntelligence (AI) sebagai media pembelajaran kewirausahaan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah 25,80% pemuda Indonesia berstatus Not in Education, Employment, or Training (NEET) (UNDP 2023), sementara pemerintah menargetkan 9 juta talenta digital pada 2030. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi, simulasi, dan praktik pembuatan identitas merek menggunakan AI, dilaksanakan di SMK Bhakti Husada Kuningan dengan peserta siswa kelas XI dan XII. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman literasi digital meningkat dari 42% menjadi 83%, kemampuan penggunaan AI untuk desain dari 18% menjadi 76%, dan motivasi berwirausaha dari 51% menjadi 88%. Selain itu, terbentuk beberapa kelompok usaha siswa dengan ide bisnis berbasis produk kesehatan dan konten digital. Temuan ini sejalan dengan (Duong 2026) yang membuktikan bahwa AI literacy berpengaruh signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan digital di konteks vokasi. Kegiatan ini berkontribusi dalam mempersiapkan siswa SMK sebagai wirausaha muda yang adaptif terhadap era digital.
Copyrights © 2026