Masyarakat di wilayah Desa Banyuanyara masih memiliki kebiasaan membakar sampah rumah tangga sebagai metode utama pengelolaan sampah. Kebiasaan tersebut dilakukan karena keterbatasan fasilitas pengangkutan sampah, kurangnya tempat pembuangan sementara, serta minimnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebiasaan membakar sampah dan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih aman. Pengabdian ini dilaksanakan di Kantor Desa Banyuanyara Kabupaten Takalar dengan melibatkan 31 masyarakat sebagai peserta. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukatif. Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal masyarakat tentang ISPA dan kebiasaan membakar sampah. Selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai risiko ISPA akibat pembakaran sampah menggunakan media edukasi sederhana seperti poster atau leaflet. Evaluasi akhir melalui pertanyaan atau kuesioner singkat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah kegiatan edukasi dilakukan. Hal ini menandakan bahwa metode penyuluhan dan media edukasi yang digunakan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait risiko ISPA. Diharapkan masyarakat dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Selain itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pihak terkait, seperti kader kesehatan dan pemerintah setempat, untuk melakukan edukasi secara rutin agar upaya pencegahan ISPA dapat berjalan secara berkesinambungan.
Copyrights © 2026