Bahasa merupakan aspek dinamis dalam kehidupan manusia yang senantiasa berkembang seiring perubahan masyarakat, budaya, dan pola interaksi sosial. Sebagai alat komunikasi utama, bahasa tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga merepresentasikan identitas, latar belakang sosial, serta karakter individu penuturnya. Dalam film Agak Laen, yang memikat lebih dari sembilan juta penonton dalam 98 hari penayangan, berbagai bentuk variasi bahasa ditampilkan melalui karakter-karakternya. Variasi tersebut mencakup dialek, yakni ragam bahasa yang berkaitan dengan asal daerah atau kelompok sosial tertentu, serta idiolek, yaitu ciri kebahasaan unik yang dimiliki masing-masing individu. Penggunaan dialek tampak dalam logat, pilihan kosakata, dan intonasi yang merepresentasikan identitas budaya tokoh, sedangkan idiolek tercermin melalui gaya bicara personal, kebiasaan berbahasa, ekspresi khas, dan cara tokoh menyampaikan gagasan. Keberagaman ini menjadikan bahasa sebagai elemen penting dalam membangun keunikan karakter sekaligus menciptakan kedekatan emosional dengan penonton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh dari dialog dalam film yang memperlihatkan perbedaan dialek dan idiolek antartokoh. Analisis dilakukan terhadap pilihan kata, struktur kalimat, dan ungkapan khas yang mencerminkan dialek atau idiolek tokoh. Studi ini menelaah bagaimana perbedaan latar belakang budaya, status sosial, dan sifat pribadi memengaruhi variasi linguistik, serta bagaimana elemen-elemen linguistik ini berfungsi sebagai alat untuk membangun karakter dan hubungan sosial di antara para karakter.
Copyrights © 2026