Penggunaan bahasa pada anak mencerminkan perkembangan kemampuan linguistik, sosial, dan pragmatik mereka. Anak-anak cenderung menggunakan ragam bahasa yang berbeda sesuai dengan situasi dan lawan tutur, terutama ragam santai dan ragam resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam tuturan anak di Komunitas Lapak Baca Rumah Koclak Ciamis serta menganalisis kemampuan anak dalam menyesuaikan penggunaan bahasa berdasarkan konteks komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara informal, dan dokumentasi selama kegiatan penyuluhan berlangsung. Subjek penelitian adalah anak-anak berusia 5–13 tahun yang aktif mengikuti kegiatan literasi di komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa santai lebih dominan digunakan anak dalam interaksi dengan teman sebaya, ditandai dengan penggunaan kosakata tidak baku, struktur kalimat sederhana, dan intonasi ekspresif. Sementara itu, ragam bahasa resmi muncul ketika anak berinteraksi dengan relawan atau orang dewasa dalam situasi yang lebih terstruktur. Selain itu, ditemukan fenomena alih kode dan campur kode yang menunjukkan proses perkembangan bahasa anak yang masih berlangsung. Keberadaan lingkungan literasi terbukti berperan penting dalam membantu anak mengembangkan kesadaran berbahasa serta kemampuan menyesuaikan ragam tuturan sesuai konteks sosial.
Copyrights © 2026