Briket kulit pinang (Areca catechu L.) dibuat dari arang limbah organik yang dicetak dalam bentuk gumpalan dengan penerapan tekanan selama proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu torefaksi (200℃, 250°C, dan 300°C) dan pengaruh variasi perekat molase terhadap karakteristik briket kulit pinang, menganalisis kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, kadar fixed carbon dan nilai kalor pada briket kulit pinang. Proses penelitian mencakup penyiapan bahan baku, torefaksi kulit pinang dengan suhu 200℃, 250°C, dan 300°C, penghalusan arang kulit pinang, pembuatan perekat molase dengan penambahan air (perbandingan 1:10), pencampuran arang dengan molase serta pencetakan briket dengan variasi suhu torefaksi (200℃, 250°C, dan 300°C) serta variasi konsentrasi perekat molase (5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%). Analisis karakteristik briket dilakukan berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, kadar fixed carbon dan nilai kalor. Dari hasil penelitian pengaruh variasi suhu torefaksi dengan perekat molase pada pembuatan briket kulit pinang, didapatkan briket dengan hasil terbaik pada suhu 300℃ dengan perekat molase 5% yaitu: kadar air terendah sebesar 3,940%, kadar abu sebesar 19,711%, kadar volatile matter sebesar 24,284%, kadar fixed carbon tertinggi sebesar 52,065% dan nilai kalor tertinggi sebesar 5.686,6635 kal/g. Briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor yang sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk briket.
Copyrights © 2026