Kebersihan tangan merupakan salah satu tindakan sederhana namun sangat efektif dalam mencegah penularan berbagai macam penyakit menular. Anak-anak kerap melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan kontak langsung dengan lingkungan, seperti bermain di luar ruangan, berbagai makanan, serta menggunakan fasilitas umum. Kurangnya kesadaran dan kebiasaan mencuci tangan memakai sabun dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang menarik, interaktif, dan aplikatif untuk menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sejak dini, khususnya kepada siswa SDN 5 Sukagalih Garut melalui program penyuluhan kepada masyarakat (PKM) dengan kolaborasi antara Universitas Garut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Institut Pendidikan Indonesia Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun, mengetahui langkah-langkah yang benar, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi pendekatan penyuluhan dan edukasi partisipatif. Pelaksanaan dilakukan melalui beberapa langkah sistematis, yaitu pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, permainan edukatif, dan post test. Hasil penyuluhan menunjukkan tingkat pengetahuan siswa mengenai PHBS sebelum penyuluhan 94,5% dan sesudah penyuluhan 98,1%. Perilaku siswa dalam menerapkan PHBS sebelum penyuluhan 92,6% dan sesudah penyuluhan 96,3%, sedangkan pengetahuan siswa mengenai kuman sebelum penyuluhan 92,1% dan sesudah penyuluhan 97,5%. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif – partisipasif yang interaktif dan aplikatif mampu menumbuhkan kesadaran serta kebiasaan hidup bersih pada anak sejak dini yang berkontribusi pada upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026