Provinsi Jambi memiliki karakteristik geografis dataran rendah yang sangat rentan terhadap bencana banjir, khususnya di wilayah seperti Desa Pematang Jering, Kabupaten Muaro Jambi, yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Banjir yang melanda daerah tersebut menyebabkan kontaminasi pada sumber air warga (sumur dan kolam) oleh lumpur dan limbah, sehingga berdampak terhadap akses air bersih dan sanitasi yang layak. Situasi kritis ini mendorong tim dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Jambi untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terhadap mitigasi bencana banjir, dengan fokus spesifik pada penyediaan air bersih pasca bencana. Metode yang digunakan adalah penyuluhan desain teknologi penjernih air sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh warga. Sosialisasi mencakup dua jenis design filtrasi air: (1) filtrasi sederhana menggunakan material seperti pasir, kerikil, dan ijuk; dan (2) filtrasi menggunakan teknologi moderen dengan karbon aktif dan pasir silika. Program ini, yang merupakan bentuk sinergi akademisi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kabupaten Muaro Jambi, berfokus pada pelatihan praktis untuk menjamin ketersediaan air minum dan sanitasi darurat. Diharapkan model mitigasi tangguh bencana ini dapat mengatasi masalah air bersih dan menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam menjaga kualitas air yang digunakan sehari-hari serta meminimalisir dampak kesehatan dan kerugian sosial yang timbul akibat bencana banjir.
Copyrights © 2026