Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi terhadap Harga Saham dengan memposisikan Kebijakan Dividen sebagai variabel mediasi. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diekstraksi dari laporan keuangan tahunan perusahaan, serta data publikasi resmi bursa dan otoritas moneter periode 2020–2024. Populasi penelitian berjumlah 34 perusahaan pada Indeks IDX High Dividend 20. Melalui teknik purposive sampling dan prosedur pembersihan data pencilan (outlier), diperoleh sampel akhir sebanyak 9 perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis jalur (path analysis) berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor makroekonomi, yakni Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi, tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Harga Saham maupun Kebijakan Dividen. Sebaliknya, variabel Kebijakan Dividen secara parsial ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Harga Saham, yang sekaligus mematahkan asumsi Bird in Hand Theory. Lebih lanjut, studi ini menyimpulkan bahwa Kebijakan Dividen tidak mampu menjalankan peran mediasi dalam menjembatani pengaruh variabel makroekonomi terhadap Harga Saham akibat terputusnya rantai kausalitas pada model dasar penelitian.
Copyrights © 2026