Permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) masih sering ditemui, antara lain ketidaktepatan sasaran, duplikasi penerima, lemahnya validasi identitas, serta kurangnya transparansi dan akuntabilitas distribusi. Kondisi ini menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan berpotensi menghambat efektivitas program bantuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan penerapan Sistem Informasi Distribusi Bansos Berbasis Web yang terintegrasi dengan sensor biometrik sidik jari dan fitur foto berbasis timestamp sebagai mekanisme verifikasi penerima bantuan. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahap analisis kebutuhan mitra, perancangan sistem, pelatihan penggunaan aplikasi, serta pendampingan implementasi di lapangan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan pencatatan data penerima secara terpusat, verifikasi identitas penerima menggunakan sidik jari, serta dokumentasi penyaluran bantuan melalui foto yang dilengkapi informasi waktu dan lokasi (timestamp). Pelatihan diberikan kepada aparat desa dan petugas distribusi bansos dengan pendekatan praktik langsung agar peserta mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses distribusi bansos. Penerapan sistem ini membantu meminimalkan kesalahan data, mencegah penerimaan ganda, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi teknologi yang berkelanjutan dalam mendukung tata kelola distribusi bansos yang lebih efektif, tepat sasaran, dan terpercaya di tingkat masyarakat.
Copyrights © 2026