Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap etika kehumasan dan keprotokolan di perguruan tinggi. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan tingkat pemahaman etika komunikasi mahasiswa, khususnya dalam era komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei dengan kuesioner skala Likert kepada 31 mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memiliki persepsi yang baik terhadap praktik kehumasan dan keprotokolan, terutama dalam aspek akses komunikasi, profesionalisme, dan pelaksanaan kegiatan resmi. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti konsistensi informasi, kenyamanan peserta, dan kemampuan komunikasi interpersonal petugas protokol. Persepsi mahasiswa dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, serta lingkungan sosial. Hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan etika komunikasi dalam mendukung profesionalisme dan citra institusi.
Copyrights © 2026