Studi ini mengevaluasi kinerja protokol routing dinamis OSPF dan BGP serta mengklasifikasikan status jaringan berdasarkan parameter Quality of Service (QoS) untuk mengatasi isu ketidakstabilan akibat perubahan topologi yang menyebabkan peningkatan latency, jitter, kehilangan paket, dan penurunan throughput. Melalui simulasi dan pengujian kinerja jaringan dalam kondisi normal dan saat terjadi gangguan konektivitas, pengukuran performa dilakukan dengan analisis interval ping dan pengujian bandwidth. Data hasil pengujian kemudian diklasifikasikan menggunakan algoritma rule-based dari data mining untuk membedakan kondisi jaringan normal, warning, dan failure. Temuan menunjukkan bahwa BGP lebih stabil pada kondisi normal dengan latency 17,47 ms lebih rendah, sementara OSPF lebih cepat konvergen saat gangguan meskipun mengalami lonjakan delay 101,076 ms. Hasil penelitian ini memberikan gambaran komprehensif karakteristik kedua protokol dan menawarkan peluang penerapan dalam layanan kewirausahaan IT seperti audit, monitoring, dan optimasi routing.
Copyrights © 2026