Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecerdasan emosional bagi peserta didik kelas V MI Darul Hikmah Bantarsoka dalam menghadapi proses belajar, berinteraksi dengan teman, serta mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dan orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik, serta mengetahui bentuk kerja sama antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru kelas V, orang tua peserta didik, peserta didik, dan kepala madrasah sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pembimbing, teladan, motivator, dan fasilitator dalam mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik melalui pembiasaan sikap positif, pemberian nasihat, penguatan, dan penyelesaian konflik di kelas. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama melalui perhatian, komunikasi, keteladanan, pembiasaan tanggung jawab, dan pengawasan di rumah. Pembahasan menunjukkan bahwa kerja sama guru dan orang tua sangat penting agar pembinaan emosi peserta didik berjalan secara konsisten. Kesimpulannya, peran guru dan orang tua mampu membantu peserta didik mengendalikan emosi, memiliki empati, menghargai teman, dan menjalin hubungan sosial yang baik.
Copyrights © 2026