Penuaan merupakan proses alami yang disertai dengan berbagai perubahan fisiologis, salah satunya adalah penurunan fungsi pada sistem muskuloskeletal, neurologis, dan sensorik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Pada lansia, kondisi tersebut diperberat oleh adanya riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, dan penyakit muskuloskeletal lainnya, yang dapat memengaruhi kemampuan keseimbangan dinamis. Gangguan keseimbangan dinamis pada lansia meningkatkan risiko jatuh, cedera, penurunan kemandirian, serta berdampak pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit terhadap gangguan keseimbangan dinamis pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia yang tergabung dalam komunitas PCA Pajangan Bantul berjumlah 110 lansia. Sampel yang memenuhi kreteria inklusi dan eksklusi sebanyak 85 lansia yang diperoleh dengan teknik total sampling. Data riwayat penyakit diperoleh melalui wawancara/FGD, sedangkan pengukuran keseimbangan dinamis diukur menggunakan Time Up and Go Test (TUG). Uji Normalitas dengan Shapiro Wilk didapat data tidak normal. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit dengan gangguan keseimbangan dinamis pada lansia (r=0,418; p<0,000). Dapat disimpulkan bahwa riwayat penyakit berhubungan dengan keseimbangan dinamis pada lansia.
Copyrights © 2026