Wilayah rawan eksplorasi migas seringkali menghadapi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan. Kurangnya literasi energi dan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat lokal menyebabkan lemahnya partisipasi mereka dalam pengawasan kegiatan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi yang menekankan pada literasi migas dan peningkatan kesadaran lingkungan bagi siswa di wilayah-wilayah tersebut. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan edukasi dilakukan melalui modul kontekstual, diskusi kelompok, simulasi, serta proyek kampanye lingkungan yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa mengenai isu energi, kesadaran akan dampak lingkungan, dan kemampuan berpikir kritis. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan media belajar, rendahnya minat siswa, dan tekanan sosial. Namun, dengan pendekatan edukatif yang berbasis lokal dan partisipatif, program ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan aktif generasi muda dalam pelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi lembaga pendidikan dan pembuat kebijakan untuk mereplikasi pendekatan serupa di wilayah lain yang menghadapi tekanan eksplorasi sumber daya alam.
Copyrights © 2026