Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi efektif dalam membangun kerukunan umat beragama sebagai landasan moral bagi Generasi Z di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang menelaah pengaruh teknologi terhadap nilai-nilai moral dan sosial remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki potensi menjadi agen perdamaian, namun rentan terhadap penurunan moral akibat paparan konten negatif, anonimitas digital, dan benturan nilai budaya. Literasi digital dan pendidikan akhlak yang terintegrasi dengan teknologi menjadi kunci dalam membentuk toleransi, empati, dan sikap saling menghargai. Peran aktif orang tua, guru, dan institusi pendidikan sangat diperlukan dalam membimbing generasi muda agar mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dan hidup harmonis dalam masyarakat multikultural.
Copyrights © 2025