Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kombinasi bisnis terhadap tingkat transparansi laporan keuangan di perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, penelitian ini mengkaji hasil dari berbagai publikasi akademis yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2025) yang membahas isu-isu terkait merger, akuisisi, dan pelaporan keuangan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa dampak kombinasi bisnis terhadap transparansi informasi keuangan dapat bervariasi, tergantung pada beberapa faktor, termasuk kualitas tata kelola perusahaan, penerapan standar akuntansi seperti PSAK 22, serta peran auditor independen. Pada fase awal setelah kombinasi, tingkat transparansi cenderung mengalami penurunan akibat kompleksitas proses integrasi. Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan yang berhasil beradaptasi dengan perubahan menunjukkan peningkatan dalam kualitas pelaporan keuangan. Penelitian ini menekankan bahwa kombinasi bisnis tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya faktor yang mempengaruhi transparansi, melainkan dipengaruhi oleh berbagai elemen internal dan eksternal yang ada di dalam perusahaan. Oleh karena itu, pelaksanaan integrasi yang dilakukan secara transparan dan sesuai dengan standar yang berlaku menjadi sangat penting untuk menjaga kredibilitas laporan keuangan.
Copyrights © 2025