Bana Ahmad Gautama
Universitas Pembangunan Panca Budi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERUBAHAN KOMBINASI BISNIS: IMPLEMENTASI DAN DAMPAK PSAK 22 TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Silmi Humaira Harahap; Suci Ralita Lestari; Naufal Fauzan Hsb; Bana Ahmad Gautama
JURNAL FAIRNESS Vol. 14 No. 2 (2024): Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/fairness.v14i2.36630

Abstract

This article examines the implementation of business combination accounting before and after the implementation of PSAK 22, now known as PSAK 103 on Business Combinations, with a literature study approach. This study evaluates the effect of PSAK 22 on the company's financial performance through the analysis of Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and profit margin. Before PSAK 22, companies usually used the “pooling of interest” or “purchase method”. Analysis from previous studies shows that business combinations have a significant effect on ROA, ROE, and profit margins. While mergers and acquisitions often improve financial performance, the results vary across sectors. This article aims to serve as a reference for further research on business combinations with PSAK 22/103, and requires a wider range of case studies and more diverse variables.
Pengaruh Kombinasi Bisnis terhadap Transparansi Laporan Keuangan: Studi kasus pada Perusahaan Manufaktur Maisya Delani; Nabila Rahmadayanti; Marcella Chintya Manao; Putri Utami Permata Sari; Bana Ahmad Gautama
TOMAN: Jurnal Topik Manajemen Vol. 2 No. 2 (2025): TOMAN: Jurnal Topik Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/toman.v2i2.281

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kombinasi bisnis terhadap tingkat transparansi laporan keuangan di perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, penelitian ini mengkaji hasil dari berbagai publikasi akademis yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2025) yang membahas isu-isu terkait merger, akuisisi, dan pelaporan keuangan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa dampak kombinasi bisnis terhadap transparansi informasi keuangan dapat bervariasi, tergantung pada beberapa faktor, termasuk kualitas tata kelola perusahaan, penerapan standar akuntansi seperti PSAK 22, serta peran auditor independen. Pada fase awal setelah kombinasi, tingkat transparansi cenderung mengalami penurunan akibat kompleksitas proses integrasi. Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan yang berhasil beradaptasi dengan perubahan menunjukkan peningkatan dalam kualitas pelaporan keuangan. Penelitian ini menekankan bahwa kombinasi bisnis tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya faktor yang mempengaruhi transparansi, melainkan dipengaruhi oleh berbagai elemen internal dan eksternal yang ada di dalam perusahaan. Oleh karena itu, pelaksanaan integrasi yang dilakukan secara transparan dan sesuai dengan standar yang berlaku menjadi sangat penting untuk menjaga kredibilitas laporan keuangan.
Implementasi Akuntansi Kombinasi Bisnis Sebelum (2009-2010) dan Setelah (2011-2012) Penerapan PSAK 22 pada Perusahaan Subsektor Costumer Non-Cyclicals di Indonesia Juliarta Elisabeth Silitonga; Dona Olivia Sihombing; Muhammad Khoiri Luthfi; Talitha Nabila; Bana Ahmad Gautama
TOMAN: Jurnal Topik Manajemen Vol. 2 No. 3 (2025): TOMAN: Jurnal Topik Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/toman.v2i3.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan implementasi akuntansi kombinasi bisnis sebelum dan sesudah penerapan PSAK 22 (Revisi 2010) pada perusahaan subsektor consumer non-cyclicals di Indonesia. PSAK 22 mengubah pendekatan pencatatan dari pooling of interest menjadi acquisition method, yang menuntut pengukuran aset dan liabilitas berdasarkan nilai wajar serta pengakuan goodwill atau gain from bargain purchase. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif komparatif tanpa uji statistik, dengan sampel tiga perusahaan: PT Unilever Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, dan PT Matahari Putra Prima Tbk selama periode 2009–2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan PSAK 22, terjadi peningkatan transparansi pelaporan, pengakuan aset tidak berwujud yang lebih akurat, serta perubahan dalam struktur dan rasio keuangan perusahaan. Namun, dampaknya terhadap profitabilitas bersifat bervariasi tergantung pada efisiensi dan strategi perusahaan dalam melakukan kombinasi bisnis. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa perubahan standar akuntansi dapat memengaruhi pelaporan keuangan dan persepsi investor secara signifikan.