Pengabdian ini menyoroti pemanfaatan serbuk kayu dan serasah sebagai pupuk dasar di Desa Setiris, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Desa ini, yang mayoritas bertani, menghadapi tantangan limbah kayu dari produksi mebel. Inovasi mengubah limbah ini menjadi pupuk organik telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal, petani berhasil menekan biaya produksi dan meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sumber daya alam. Langkah ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan dan solidaritas komunitas. Secara keseluruhan, adopsi pupuk organik dari serbuk kayu dan serasah di Desa Setiris menjadi contoh untuk pertanian berkelanjutan dan ketahanan ekonomi di masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2024